INVITATION : Pameran dan Presentasi Seniman Residensi: Fitri Setyaningsih, Fukamachi Reiko, Katia Engel

Mengundang Teman-teman untuk hadir pada:

MULUR MUNGKRET
Pameran dan Presentasi Seniman Residensi
Fitri Setyaningsih
Fukamachi Reiko
Katia Engel

24 Februari – 10 Maret 2012

Pembukaan dan performance
Jumat, 24 Februari 2012 | 19.30

Diskusi
Rabu, 29 Februari 2012 | 19.30

Rumah Seni Cemeti
D.I. Panjaitan 41, Yogyakarta

 

Selama residensinya di Rumah Seni Cemeti, Fitri Setyaningsih, Fukamachi Reiko dan Katia Engel mengembangkan serangkaian karya yang terinspirasi dari pemikiran filsuf Ki Ageng Suryomentaram tentang Mulur Mungkret. Tiga seniman tersebut melakukan pendekatan terhadap gagasan Mulur Mungkret dari berbagai sudut pandang untuk menemukan penafsiran masing-masing.

 

FITRI SETYANINGSIH
“Tari tidak hanya semata-mata peristiwa tubuh. Ia adalah peristiwa media yang saya libatkan dalam kerja tari saya. Justru ini yang membuat tari punya cara pandang lain.
Mulur mungkret, dibolak dibalik, duduk berdiri, panjang pendek, maju mundur, naik turun, depan belakang, atas bawah, jauh dekat, jatuh bangun.
Dhawah sami-sami (jatuh sama-sama).”

Fitri (lahir di Solo, 1978), menempuh pendidikan tari di SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia) di Surakarta, dan Jurusan Koreografi STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) di Surakarta. Dalam koreografinya, Fitri melakukan eksperimentasi dalam melintasi batas-batas seni tari: ide, ruang, kostum dan gerak untuk artistik pemanggungannya.
http://fitrisetyaningsih.blogspot.com/

 

FUKAMACHI REIKO
“Sering kuberenang dengan terus menutup mata. Seolah-olah buta, tetapi buta hanya sekitar 2 menit dan masih bisa merasakan cahaya. Itu hanya pengalamanku [aku sudah merasakan buta dong]. Buta palsu. Aku merasa, sinar mata orang yang punya saudara ‘perlu bantuan khusus’ sangat berbeda dengan orang yang hanya punya saudara ‘biasa’. Kenapa begitu?
Fleksibilitas Asia direndahkan, warna kulit orang dipermasalahkan, sifat laki-laki semakin gaul. Hitung keburukan dunia tidak segera selesai. Kita jalan berjingkat saja, yuk! Berkarya seni bagiku hanya untuk merasakan alangkah luasnya kemampuan manusia.
Yuk bermain piano, supaya gila dan mabuknya mantap.
Bermain piano dengan tutup mata, betapa asyiknya itu di luar angkasa.”

Reiko (lahir di Tokyo, Jepang) memperoleh pendidikan seni dari Denenchofu Art School (Tokyo), Kuwasawa Design College (Tokyo), dan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (Yogyakarta). Reiko berkarya dalam art fashion design, fashion performance, juga fotografi, dan karya lukis. Pada tahun 2002 dia memenangi Audience Prize on Spiral Independent Creators Festival (SICF, Tokyo, Jepang).
http://web.me.com/rhythmluck/The_Ultimate_Hug/

 

KATIA ENGEL
“Titik awal penelitian saya mengenai Mulur Mungkret berangkat dari fenomena alam, proses tumbuh dan menyusut dengan pola-pola yang berbeda dan berulang. Perhatian utama saya dalam pengamatan ini adalah untuk mengambil sari dari pola-pola ini dan menerjemahkannya ke dalam bahasa rupa yang baru.
Saya juga terinspirasi oleh interaksi sehari-hari di jalanan, yang membentuk kehidupan sosial Yogyakarta. Dalam konteks ini, Mulur Mungkret bagi saya adalah keluwesan dalam gerak, waktu dan ruang, yang tampaknya secara mendasar begitu menyatu dalam budaya Jawa.”

Katia (lahir di Augsburg Jerman, 1970), menyelesaikan studinya di Dance Institute Bremen, Jerman dan Laban-Bartenieff Institute of Movement Studies, New York. Katia bekerja secara lintas disiplin, dari performance, installasi, video, hingga fotografi.
www.katiaengel.com

Program Residensi ini didukung oleh Institut Hubungan Budaya Luar Negeri (ifa) Jerman.

 

 

Cemeti Art House / Rumah Seni Cemeti
Jl. D.I. Panjaitan 41, Yogyakarta  55143
Open:  09.00 – 17.00, Closed on Sunday & Monday
Telp/Fax. +62 (0) 274 371015
M. +62 (0) 812 273 3564
Website: www.cemetiarthouse.com
Email: cemetiah@indosat.net.id

 

 

 

Add New Comment


No comment yet